Catat, Mulai 1 Maret Ada Diskon 50 Persen untuk Tiket Pesawat Destinasi Ini

Home / Wisata / Catat, Mulai 1 Maret Ada Diskon 50 Persen untuk Tiket Pesawat Destinasi Ini
Catat, Mulai 1 Maret Ada Diskon 50 Persen untuk Tiket Pesawat Destinasi Ini ILUSTRASI - Pesawat Citylink. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESJATENG, JAKARTA – Beberapa hari lagi, tepatnya mulai 1 Maret 2020, Pemerintah akan memberikan diskon 50 persen untuk tiket pesawat dengan penerbangan ke 10 destinasi wisata.

Sepuluh destinasi wisata itu adalah Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit , Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.

Dikutip dari Okezone.com, Kementerian Perhubungan  RI (Kemenhub RI) pada Rabu (26/2/2020) telah memanggil seluruh maskapai dalam rangka sosialisasi pemberian diskon tiket pesawat sebagai imbas wabah Virus Corona (Covid-19) itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberian diskon tiket itu hanya untuk 25 persen seat yang tersedia pada setiap penerbangannya. Diskon akan berlaku pada 1 Maret 2020 selama tiga bulan ke depan.

"Pemerintah akan memberikan insentif berupa uang sebesar Rp 500 miliar. Lalu, dari stakeholder juga, seperti PT Pertamina (Persero) akan memberikan keringanan avtur dengan insentif sebesar Rp 260 miliar," katanya.

Pihak otoritas bandara seperti PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II (Persero) juga akan memberikan keringanan berupa diskon Passenger Service Charger (PSC). Sementara AirNav Indonesia akan memberi diskon navigasi penerbangan untuk meringankan beban maskapai sekitar Rp 100 miliar.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto menambahkan, diskon penerbangan sebesar 50 persen itu dikhususkan untuk penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC). Untuk penerbangan full service, diskon dipatok 45 persen dari harga tiket.

Sementara untuk penerbangan medium class, diskon ditetapkan 48 persen. Diskon tiket juga hanya berlaku untuk 25 persen dari total kursi yang tersedia pada setiap penerbangannya.

"Di dalam komposisi insentif (diskon tiket pesawat)ada kurang lebih 30 persen dari uang negara (APBN), selanjutnya ada kontribusi dari fuel Pertamina, serta penyelenggara layanan bandara dan navigasi," tambah Novie. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com